Gejala Umum yang Dialami Penderita Thalassemia dan Pengobatannya

Tidak sedikit penyakit bawaan atau bersifat genetik yang menimbulkan berbagai gejala. Salah satunya adalah thalassemia yang mempunyai beragam gejala umum. Meski pada jenis thalassemia minor tidak menunjukkan gejala, namun dalam kondisi tertentu ada kasus yang akhirnya mengalami gejala anemia. Komplikasi juga bisa dialami jika gejalanya tidak segera ditangani. Lalu, seperti apa gejala umum thalassemia dan pengobatannya? Inilah jawabannya.

Gejala Umum Penderita Thalassemia

Suatu penyakit atau gangguan kesehatan dapat dideteksi melalui gejala yang ditimbulkan. Untuk mengetahuinya secara pasti, Anda perlu mengetahui dan peka terhadap gejala yang dirasakan. pada penyakit thalassemia, terdapat aneka gejala mulai dari yang umum atau mendasar sampai yang menyertai. Gejala yang muncul ini tidaklah sama dari setiap orang yang mengalaminya. Gejala yang ditimbulkan akan berbeda-beda dari setiap orang yang disebabkan oleh jenis dan tingkat keparahan mutasi gennya.

Munculnya gejala ini terjadi pada penderita thalassemia mayor atau parah, sedangkan penderita thalassemia minor atau ringan tidak menunjukkan gejala karena hanya membawa gen bersifat thalassemia. Meski demikian, ada kasus di mana gejalanya baru muncul dalam kondisi tertentu, misalnya setelah melahirkan, operasi, atau kecelakaan.

Gejala umum thalassemia yang dialami penderitanya adalah mengalami anemia yang parah atau kronis. Hal ini terjadi karena adanya hemolisis dan matinya sel darah merah. Hemolisis yaitu kerusakan ataupun penghancuran sel darah merah akibat gangguan integritas membran sel darah merah yang menimbulkan pelepasan hemoglobin. Matinya sel darah merah ini juga berkembang dalam sumsum tulang yang umumnya disebabkan karena adanya tumpukan kelebihan rantai alpha.

Semakin banyaknya mutasi gen yang terjadi, semakin parah pula gejala yang ditimbulkan. Penanganannya juga pasti berbeda karena tentu saja disesuaikan dengan kondisi setiap penderita. Jadi, pemeriksaan awal yang tepat sangat dibutuhkan.

Komplikasi Thalassemia

Selain memperhatikan gejala umum thalassemia, diperlukan pula mengetahui apa saja komplikasi yang dapat dialami penderita. Mengenai komplikasi ini, terdapat banyak hal yang dapat dialami akibat mutasi gen ini, di antaranya adalah gangguan pernapasan, penyakit jantung, gagal ginjal, kelainan tulang, dan perlambatan pertumbuhan.

Berbagai komplikasi tersebut muncul akibat penanganan yang kurang sigap ataupun murni karena mutasi gen yang parah. Sistem imun yang kurang baik juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya komplikasi di atas. Untuk itu, pemeriksaan dan penanganan medis harus segera dilakukan. Tak hanya itu, upaya konsultasi juga sangat diperlukan.

Metode Pengobatan Thalassemia

Setelah dilakukan pemeriksaan diagnosis untuk memastikan kondisi tubuh dan dipastikan mengidap thalassemia, penderita harus melakukan metode pengobatan yang disarankan dokter. Metode pengobatan yang harus dilakukan adalah transfusi darah yang mampu menangani gejala umum thalassemia yaitu anemia.

Transfusi rutin ini sangat diperlukan bagi penderita thalassemia mayor atau parah yang mengalami banyak mutasi gen agar mendapatkan hemoglobin yang sehat. Berbeda dengan pengidap thalassemia minor atau ringan yang tidak membutuhkan pengobatan karena tidak mengalami gejala apapun. Meskipun demikian, dalam kasus tertentu ada yang gejalanya muncul karena kondisi tertentu. Jika terjadi, maka memerlukan transfusi darah pada saat itu.

Tak hanya itu, metode pengobatan lanjutan yang perlu dilakukan adalah terapi kelasi. Terapi ini sangat dibutuhkan untuk menangani kelebihan zat besi di dalam tubuh sebagai akibat dari transfusi darah. Terapi ini dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu yang diresepkan dokter. Dengan demikian, gejala umum thalassemia bisa ditangani dengan baik.

Dilansir dari halodoc.com, penanganan juga dapat dilakukan melalui suplemen. Penderita dapat mengonsumsi suplemen asam folat yang mampu membantu meningkatkan kadar protein darah atau hemoglobin.

Metode pengobatan berikutnya adalah melalui transplantasi sumsum tulang. Apabila kondisi penderita sudah parah dan metode sebelumnya tidak efektif lagi, dokter menyarankan melakukan upaya transplantasi sumsum tulang. Hal ini menjadi jalan terakhir yang bisa diupayakan untuk menstabilkan kondisi pasien agar kembali sehat.

 

Sumber artikel:

www.halodoc.com

hellosehat.com

www.go-dok.com

 

Sumber gambar:

lifestyle.okezone.com

www.alodokter.com

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>